![]() |
| Ilustrasi ai |
Kawah Ijen menjadi salah satu destinasi favorit di Banyuwangi, terutama karena panorama danau kawah dan fenomena blue fire.
Bagi backpacker yang tidak membawa kendaraan pribadi, ada beberapa pilihan transportasi dari Kota Banyuwangi menuju Paltuding, titik awal pendakian Kawah Ijen.
Tiga pilihan yang paling praktis adalah rental motor/mobil, angkutan wisata DAMRI, dan open trip. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
1. Rental Motor atau Mobil dari Banyuwangi Kota
Menyewa kendaraan menjadi pilihan paling fleksibel. Wisatawan bisa berangkat dari hotel, stasiun, atau tempat lain di Kota Banyuwangi langsung menuju Paltuding.
Motor cocok untuk backpacker solo atau berdua, sedangkan mobil lebih nyaman untuk keluarga atau rombongan.
Kelebihan
- Waktu keberangkatan fleksibel.
- Bisa langsung menuju Paltuding tanpa berganti kendaraan.
- Lebih mudah mengatur waktu untuk mengejar sunrise.
- Motor relatif ekonomis untuk solo traveler.
Kekurangan
- Harus mengemudi sendiri, terutama melalui jalan menanjak dan berkelok menuju Ijen.
- Perjalanan dini hari membutuhkan kewaspadaan ekstra.
- Biaya mobil cukup besar jika hanya digunakan 1–2 orang.
- Tetap harus melakukan trekking dari Paltuding menuju kawah.
Cocok untuk: backpacker yang ingin bebas mengatur waktu dan sudah terbiasa mengendarai kendaraan di jalur pegunungan.
2. Angkutan Wisata DAMRI
Bagi backpacker yang tidak ingin menyewa kendaraan, DAMRI menjadi salah satu pilihan paling menarik. Layanan angkutan wisata DAMRI menuju Kawah Ijen pernah dan masih diberitakan melayani rute dari kawasan Banyuwangi, termasuk Stasiun Banyuwangi Kota, dengan tarif yang sangat terjangkau. Informasi yang dipublikasikan pada 2025 mencatat keberangkatan dari Stasiun Banyuwangi Kota pukul 09.00 dan 14.00 WIB, dengan tarif Rp15.000.
Kelebihan
- Sangat murah dibandingkan rental kendaraan.
- Tidak perlu mengemudi sendiri.
- Cocok bagi backpacker yang datang dengan kereta api.
- Berangkat dari titik yang mudah dijangkau di Kota Banyuwangi.
Kekurangan
- Jadwal keberangkatan terbatas dan harus mengikuti jadwal DAMRI.
- Tidak sefleksibel kendaraan pribadi.
- Wisatawan yang ingin mengejar blue fire harus memperhatikan waktu keberangkatan dan jadwal pendakian.
- Jadwal/tarif perlu dikonfirmasi kembali sebelum berangkat karena layanan transportasi dapat berubah.
Cocok untuk: backpacker yang mengutamakan biaya murah dan tidak keberatan mengikuti jadwal angkutan umum.
Catatan: jangan langsung berpatokan pada informasi DAMRI lama. Sebelum berangkat, cek ketersediaan rute dan jadwal terbaru melalui DAMRI Apps atau kanal resmi DAMRI.
3. Open Trip Kawah Ijen
Open trip merupakan pilihan paling praktis, terutama bagi backpacker solo. Peserta bergabung dengan wisatawan lain dan biasanya mendapatkan penjemputan di hotel atau titik tertentu di Kota Banyuwangi.
Beberapa paket yang tersedia saat ini menawarkan penjemputan sekitar tengah malam, perjalanan menuju Paltuding, kemudian pendakian untuk melihat blue fire dan sunrise. Harga yang tercantum pada beberapa penyedia berada di kisaran Rp225.000–Rp250.000 per orang, tergantung fasilitas dan paket.
Kelebihan
- Praktis, tidak perlu mencari kendaraan sendiri.
- Biasanya sudah termasuk transportasi Banyuwangi–Paltuding.
- Ada guide yang mendampingi pendakian.
- Cocok untuk wisatawan solo.
- Jadwal memang disusun untuk pendakian dini hari.
Kekurangan
- Jadwal tidak sebebas kendaraan pribadi.
- Harus mengikuti itinerary rombongan.
- Fasilitas yang termasuk paket berbeda-beda.
- Harga lebih mahal dibandingkan DAMRI.
Cocok untuk: backpacker solo, wisatawan pertama kali ke Ijen, atau yang ingin praktis tanpa repot mengatur kendaraan.
Mana yang Paling Cocok untuk Backpacker?
Jika prioritas utama adalah hemat, pilih DAMRI, selama jadwalnya sesuai dengan rencana perjalanan.
Jika ingin bebas mengatur waktu, rental motor merupakan pilihan menarik, tetapi perjalanan menuju Ijen dini hari harus dilakukan dengan sangat hati-hati.
Sementara itu, jika datang seorang diri dan ingin praktis, open trip menjadi pilihan paling masuk akal. Dengan harga sekitar Rp225.000–Rp250.000 pada beberapa paket yang tersedia, wisatawan sudah mendapatkan transportasi menuju Paltuding dan pendampingan perjalanan.
Rekomendasi sederhana:
Backpacker hemat → DAMRI
Backpacker fleksibel → Rental motor
Backpacker solo & praktis → Open trip
Perlu diingat, perjalanan dengan kendaraan hanya sampai Paltuding. Dari sini wisatawan masih harus melakukan pendakian menuju Kawah Ijen. Jam buka pintu pendakian TWA Kawah Ijen yang tercantum pada informasi resmi adalah 02.00–12.00 WIB, sementara penutupan berkala dan penutupan sewaktu-waktu dapat diberlakukan karena kegiatan konservasi, cuaca, aktivitas vulkanik, atau kebijakan pengelola.
Cara ke Kawah Ijen dari Banyuwangi cukup mudah meski tanpa kendaraan pribadi. Backpacker bisa memilih rental motor, rental mobil, DAMRI, atau open trip.
Untuk biaya paling hemat, pilih DAMRI. Jika ingin lebih fleksibel, gunakan rental motor. Rental mobil cocok untuk rombongan, sedangkan open trip paling praktis untuk solo traveler.
Pastikan jadwal transportasi sudah sesuai, terutama jika ingin mendaki Kawah Ijen pada dini hari.

Posting Komentar untuk "Cara ke Kawah Ijen dari Banyuwangi Tanpa Kendaraan Pribadi"